01 April 2021

Contoh PTK Penelitian Tindakan Kelas MTK Kelas 3 SD Doc




BAB I

PENDAHULUAN

 

A.           Latar Belakang Masalah

Di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa.

 

Peningkatan kualitas pendidikan akan mempengaruhi sumber daya manusia, karena dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan maka sumber daya manusia juga akan meningkat dan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Peningkatan kualitas pendidikan terutama pendidikan di sekolah tidak terlepas dari proses pembelajaran.

 

Pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan sumbe daya manusia yang berkualitas dan produktif. Hal tersebut mendorong suatu negara yang maju dan pesat dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Indonesia apabila ingin menjadi negara yang maju dan pesat maka ciptakanlah pendidikan yang berkualitas.

 

Dalam pendidikan proses pembelajaran membutuhkan peran guru yang terlaksana dengan baik dalam melaksanakan kewajibannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kewajiban guru yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran (Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). Apabila peran guru tersebut tidak terlaksana dengan baik, maka hasil pembelajaran tidak akan optimal.

 

Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan, antara lain keterlibatan dan peran guru dalam proses pembelajaran. Kegagalan siswa adalah salah satu cermin kegagalan guru dan sekolah dalam menjalankan fungsi dan perannya. Meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana diharapkan masyarakat, diperlukan inovasi-inovasi yang bersifat kreatif dan kooperatif sehingga tercipta suasana belajar dan pembelajaran yang kondusif. Guru memiliki peran yang ampuh baik sebagai fasilisator, motivator maupun sebagai pengelola pembelajaran, sehingga tujuan peningkatan mutu pendidikan akan segera terwujud.

 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kurikulum dan pembelajaran merupakan sangat penting dan saling membutuhkan. Apa yang dideskripsikan dalam kurikulum harus memberikan petunjuk dalam proses pembelajaran di kelas. Seiring dengan perkembangan zaman perkembangan baru dalam bidang teknologi informasi, ternyata berdampak terhadap perubahan dan peran tanggung jawab guru. Oleh karena itu, setiap guru bukan hanya perlu memahami hakikat dan makna pembelajaran beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya, akan tetapi di tuntut penguasaan sejumlah kompetensi untuk dapat mengaplikasikannya di lapangan dalam rangka proses pembelajaran siswa, terutama pada bidang atau mata pelajaran matematika.

 

Dengan semangat KTSP seharusnya pembelajaran matematika lebih berkembang dari segi konsep mengajar, teori-teori belajar, dan strategi pembelajarannya. Seiring berkembangnya teknologi, pembelajaran matematika justru lebih terarah dengan baik. Dengan menggunakan alat peraga pembelajaran seperti alat peraga bangun batar, bisa menghadirkan benda-benda untuk dijadikan contoh dalam bentuk benda nyata, gambar atau animasi yang lebih menarik dan berkesan, sehingga pembelajaran bisa dirasakan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Selain itu juga mempercepat proses pembelajaran.

 

Menurut Aisyah (2007: 1.5) belajar matematika adalah “belajar mengenai konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari, serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan strukturstruktur matematika itu”. Siswa harus dapat menemukan keteraturan dengan cara mengotak-atik bahan-bahan yang berhubungan dengan keteraturan intuitif yang sudah dimiliki siswa. Dengan demikian siswa dalam belajar, haruslah terlibat aktif mentalnya agar dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan, anak akan memahami materi yang harus dikuasainya.

 

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan dan merupakan bagian integral dari pendidikan nasional dan tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lain. Matematika juga merupakan ilmu dasar atau “basic science”, yang penerapannya sangat dibutuhkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Ironisnya matematika dikalangan para pelajar merupakan mata pelajaran yang kurang disukai, minat mereka terhadap pelajaran ini rendah sehingga penguasaan siswa terhadap mata pelajaran matematika menjadi sangat kurang.

 

Dalam pembelajaran matematika, terutama di kelas rendah banyak hal atau faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa dan hal-hal yang sering menghambat untuk tercapainya tujuan belajar. Karena pada dasarnya setiap anak tidak sama cara belajarnya, demikian pula dalam memahami konsep-konsep abstrak. Melalui tingkat belajar yang berbeda antara satu dengan yang lainnya maka guru yang baik adalah guru yang mampu mengajar dengan baik, khususnya ada saat menanamkan konsep baru. Salah satu alat peraga pembelajaran yang diharapkan mampu memberikan bantuan pemecahan masalah dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan sistem pembelajaran yang menggunakan alat peraga bangun datar khususnya pada mata pelajaran matematika.

 

Menurut Wijaya dan Rusyan (1994: 137) dalam Herlina (2006) media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat seorang psikolog,

 

Hamzah (1981: 12) bahwa “seseorang akan memperoleh pengertian yang lebih baik dari sesuatu yang dilihat dari pada sesuatu yang didengar atau dibaca”. Penerapan media pembelajaran dengan menggunakan alat peraga khususnya mata pelajaran matematika didasari kenyataan bahwa pada mata pelajaran matematika terdapat banyak pokok bahasan yang memerlukan alat bantu untuk menjabarkannya, diantaranya pada materi bangun datar  Oleh sebab itu, pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dalam pokok bahasan bangun datar tersebut dianggap sangat tepat untuk membantu mempermudah siswa memahami materi. Disisi lain suasana belajar akan lebih hidup, dan komunikasi antara guru dan siswa dapat terjalin dengan baik. Hal ini diduga pula dapat membantu siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran matematika. Kenyataan yang ada, penggunaan alat peraga di sekolah belum membudaya, dalam arti tidak semua guru dalam mengajar matematika menggunakan alat peraga. Hal ini disebabkan belum timbul kesadaran akan pentingnya penggunaan alat peraga serta pengaruhnya dalam kegiatan proses belajar mengajar terutama tentang bangun datar

 

Berdasarkan hasil observasi di kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016, diperoleh informasi tentang masih kurangnya perhatian dan dorongan dalam penggunaan alat peraga walaupun alat peraga sebagian sudah tersedia akan tetapi tidak semua digunakan. Kurangnya penggunaan alat peraga pada proses pembelajaran mata pelajaran matematika menyebabkan rendahnya aktivitas dan hasil belajar yang diperoleh siswa, khususnya tentang bangun datar. Sebagaimana hasil evaluasi yang dicapai oleh siswa Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 dari 27 siswa hanya sebagian  15 orang atau 56% siswa aktif dalam pembelajaran matematika dan hasil belajar hanya 14 orang atau  56%  siswa yang mendapat nilai sesuai KKM (60).

 

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK),  dengan judul Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Tentang Bangun Datar Melalui Penggunaan Alat Peraga Di  Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016”.

 

B.            Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dapat di identifikasi masalah sebagai berikut:

1.             Adanya kecenderungan siswa yang tidak mau bertanya kepada guru meskipun belum mengerti.

2.             Perhatian siswa tidak fokus ketika pembelajaran berlangsung.

3.             Guru merupakan pusat kegiatan belajar di kelas (teacher center).

4.             Siswa kurang aktif dan setiap diberi pertanyaan siswa tidak berani menjawabnya.

5.             Kurangnya minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika

 

C.           Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah:

1.             Bagaimana peningkatan aktivitas belajar matematika siswa Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan Alat Peraga bangun datar?.

2.             Bagaimana peningkatan hasil belajar matematika siswa Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan alat peraga bangun datar?

.

D.           Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan kelas yang hendak dicapai melalui penggunaan alat peraga ini adalah:

1.             Meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan bangun datar

2.             Meningkatkan hasil belajar matematika siswa Kelas III SDN 1 Cikotok Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan bangun datar

 

E.            Manfaat Penelitian

Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran diharapkan hasilnya dapat bermanfaat antara lain sebagai berikut:

1.             Bagi Siswa

Diharapkan siswa dapat memperoleh kemudahan dalam mempelajari matematika dan membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

 

2.             Bagi Guru

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pembelajaran matematika, guna meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan alat peraga.

 

3.             Bagi Sekolah

Meningkatkan mutu sekolah dengan meningkatnya aktivitas hasil belajar siswa sehingga menghasilkan lulusan dengan mutu yang berkualitas.


File selengkapnya Klik tautan di bawah :

Download Doc

0 Comments:

Posting Komentar