• Alone

    Perjalanan ini singkat dan panjang kawan

  • Alone

    Sesungguhnya hidup adalah perjalanan menuju kembali kepada Al-Khaliq

  • Mulyakanlah Dirimu Sendiri

    Dan Mulyakanlah dirimu sendiri dengan berbagai macam amal dan kesabaran

  • Bertawaql dan Bersabarlah

    Sesungguhnya kondisi hati yang paling indah adalah dihiasi dengan kesabaran

06 November 2022

Contoh KOSP Mereka Belajar Sekolah penggerak

Penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Model 4 disesuaikan

kekhasan, kondisi dan pontensi daerah dengan menyelaraskan kondisi satuan pendidikan dan

karakteristik peserta didik dalam satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, kurikulum

operasional sekolah akan mengacu pada capaian pembelajaran yang telah disusun oleh pusat

dan diterjemahkan dalam alur tujuan pembelajaran yang dikonkretkan dalam proses

pembelajaran.

berikut contoh KOSP :


untuk mendapatkan file contoh KOSP silahkan unduh DI SINI 

https://invl.io/clhu50z?url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2Fshop%2F718714666%2F

20 Juli 2022

PANDUAN PENGEMBANGAN KURIKULUM OPERASIONAL DI SATUAN PENDIDIKAN




Salah satu tugas dan fungsi Pusat Kurikulum dan Perbukuan adalah pengembangan kurikulum termasuk bahan kebijakan teknis pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, kurikulum operasional memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Dalam penyusunannya, satuan pendidikan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum operasional. Prinsip pengembangan ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan dan menjadi dasar merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum. Satuan pendidikan diberikan kebebasan dalam pengembangan dengan menyesuaikan tujuan utama dari kurikulum operasional sekolah, sejauh komponen dasarnya tercakup di dalamnya. Khusus untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), kurikulum operasional adalah kurikulum implementatif yang menjabarkan kurikulum inti bidang dan program kompetensi ke dalam bentuk konsentrasi serta potensi internal sekolah dan dunia kerja.

harapannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan dapat dijadikan acuan satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulumnya dengan menyesuaikan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

(dikutif dari : Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)


Untuk download Dokumennya silahkan KLIK  === DI SINI

Gebyar Seren Taun Kasepuhan Ciherang Kecamatan Cibeber Tahun 2022

 

19 Juli 2022

SEJARAH SINGKAT PGRI

 

SEJARAH SINGKAT

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

(PGRI)






Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.  Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.

Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan  atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh,  mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak  Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan  kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah –guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 –seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia–  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :

  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya,guru pada khususnya.

Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk  dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen.

Untuk itulah , sebagai penghormatan  kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.

Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 25 November 2004

Pengurus Besar

Persatuan Guru Republik Indonesia

PERENCANAAN BERBASIS DATA

PERENCANAAN BERBASIS DATA



Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.
Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan
pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.



Untuk Materi lengkapnya silahkan Download DI SINI

Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

 Profil Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompeten, dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, sebagai rujukan karakter pelajar Indonesia; dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perkembangan Abad 21



Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik.


Materi PPT selengkapnya Download DI SINI

20 Januari 2022

Contoh Laporan IHT In House Training Sekolah Penggerak

 

Contoh Laporan IHT In House Training Sekolah Penggerak



A. Latar Belakang

Program Sekolah Penggerak adalah program untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik baik dari aspek kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Pada sekolah penggerak, kapasitas dan kompetensi tersebutakan ditingkatakan melalui pelatihan dan pendampingan. Kepala sekolah dan guru diberikan pelatihan pedagogik dan penilaian agar mampu menerapkan kurikulum dengan metode tersebut, dan selanjutnya akan didampingi oleh Pelatih Ahli untuk lebih memperkuat pemahaman dan keterampilan uang diperoleh dari pelatihan.

Pelatihan implementasi pembelajaran di sekolah penggerak (in house training/IHT) dilakukan oleh Komite Pembelajran, yaitu Pengawas Sekolah/Penilik, Kepala Satuan Pendidikan, dan Perwakilan guru yang telah dilatih di tingkat nasional. Mengingat pentingnya pelatihan pelaksanaan pelatihan tersebut terhadap penyamaan persepsi dan peningkatan pemahaman seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah penggerak, maka diperlukan adanya pendampingan dari UPT Pelaksana di satuan pendidikan.

Sesuai Pedoman Program Sekolah Penggerak, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) bertugas untuk melaksanakan pendampingan IHT di satuan pendidikan wilayah binaannya. Sehubungan dengan hal tersebut, PPPPTK Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melaksanakan pendampingan pelaksanaan IHT PSP Angkatan 1 di 22 kabupaten/kota dan 9 Provinsi sasaran PSP.

 
B. Laporan ini disusun dengan tujuan:

a.      Memastikan keterlaksanaan IHT PSP sesuai dengan pedoman pendidikan sekolah penggerak;

b.      Mengidentifikasi permasalahan dan kendala pada saat IHT untuk perbaikan pada kegiatan selanjutnya

 

C. Sasaran
Sasaran pendampingan Program Sekolah Penggerak (PSP) adalah unsur-unsur yang terkait dengan pelaksanaan Program Sekolah Penggerak di Kabupaten/Kota Lebak Provinsi Baten yaitu:

 

Pengajar IHT (Komite Pembelajaran);

  1.  ......................
  2. ....

 

Peserta IHT.

  1. ...
  2. ...
  3. .... 

 

D. Gambaran hasil Pendampingan

Hasil Pendampingan dapat dilihat dari dua kegiatan antara lain melalui :

1. instrument Pendampingan, dapat digambarkan sebagai berikut;

         (tulis hasil analisis dari instrument)      

 

      2. Langsung Pendampingan

            (tulis sesuai apa yang diobservasi dan dilakukan )

 

Tabel 1. Data Kehadiran Pengajar IHT

Nama Sekolah:

  No.

Nama Pengajar

Jumlah Pengajar

Jumlah

Alasan tidak hadir

Hadir

Tidak Hadir

1

...................


 

 

 

 

Tabel 2. Data Kehadiran Peserta IHT

Nama Sekolah:

  No.

Nama Peserta

Jumlah Peserta

Jumlah

Alasan tidak hadir

Hadir

Tidak Hadir

1.

,..................................

 

 

a.    Keterlaksanaan IHT

-        Kesiapan KP melaksanakan IHT (rencana IHT🡪 jadwal, materi, media,panduan kegiatan, dokumen pre test dan post test, pembagian peran)

-        Jadwal di pelaksanaan kegiatan tata muka pukul 08.00-13.45 (setara dengan 6 JP)

-        Alur kegiatan

-        Pembentukan Kepanitiaan Kegiatan IHT

b.    Pelaksanaan Proses Pembelajaran

-        Materi IHT telah dipersiapkan oleh Komite Pembelajaran sesuai dengan perencanaan program pelaksanaan.

-        Materi ada yang diberkan dalambentuk sofcopi dan foto copi

-        Spidol, Doubel Folio, infocus, laptop, dan kertas flikpchaf

-        Pelaksanaan dilakukan secara luring ( tatap muka ) dan pemberian tugas

 

No

Hari pelaksanaan

Permasalahan

Upaya Mengatasi Permasalahan

Pihak / unsur terkait

Nama Sekolah: SD NEGERI .......................

 

 

1

Pertama

Pelaksanaan Kegiatan IHT dibuka oleh Bapak ..........

 

 

 

 

 

 

 

 

Orientasi Kegiatan

Sekolah Penggerak berkumpul pada satu tempat yaitu di SD Negeri .........

 

 

 

 

Dilakukan oleh kepala sekolah

-  Dinas

-  Kepala Sekolah Penggerak

-  Komite Pembelajaran

-  Peserta IHT masing – Masing Sekolah

 

Kepala Sekolah

2

Kedua

 

 

 

3

Ketiga

 

 

 

4

Keempat

 

 

 

5

Kelima

 

 

 

6

Keenam

 

 

 

7

Ketujuh

 

 

 

8

Kedelapan

 

 

 

a.      Catatan proses pembelajaran yang sudah berjalan

 

b.     Catatan observasi

c.     Catatan refleksi

d.     Catatan umpan balik

E.  Permasalahan Penyelenggaraaan

No

Komponen

Permasalahan

Upaya Mengatasi Permasalahan

Pihak / unsur terkait

A

Akademik

 

 

 

1

 

 

 

 

2

……………

 

 

 

B

Non akademik

 

 

 

1

 

 

 

 

2

………………….

 

 

 

 

 

 

F.  Simpulan dan Saran

a.    Simpulan

…….

b.    Saran

…….

 

G. Penutup

Laporan pendampingan ini diharapkan menjadi bahan informasi untuk evaluasi pelaksanaan Program Pendidikan Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 1. Informasi yang didapatkan merupakan bahan tindak lanjut bagi pemangku kebijakan, penyelenggara serta pihak-pihak lain untuk tercapainya tujuan dari program.

 

LAMPIRAN:

1.    Dokumentasi kegiatan




Untuk mendapatkan File Contoh Laporan IHT Sekolah Penggerak silahkan klik