• Alone

    Perjalanan ini singkat dan panjang kawan

  • Alone

    Sesungguhnya hidup adalah perjalanan menuju kembali kepada Al-Khaliq

  • Mulyakanlah Dirimu Sendiri

    Dan Mulyakanlah dirimu sendiri dengan berbagai macam amal dan kesabaran

  • Bertawaql dan Bersabarlah

    Sesungguhnya kondisi hati yang paling indah adalah dihiasi dengan kesabaran

24 Mei 2020

70 Tahun IGTKI, Mempersiapkan Pendidik PAUD Sadar dan Peduli Virus Covid-19








Pengurus Pusat Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) menggelar peringatan HUT ke-70 IGTKI dengan mengusung tema “70 Tahun IGTKI Berjuang dan Berkarya serta Bersama Menjadi Guru Penggerak Membangun Generasi Unggul Indonesia Bahagia”, Jumat (22/5).

Tiga tokoh hadir menyapa dan memotivasi guru-guru TK yang mengikuti peringatan HUT IGTKI ke-70. Ketiganya adalah Anies Rasyid Baswedan, gubernur DKI Jakarta; Hamid Muhammad, Plt. Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud; dan Iwan Syahril, Dirjen GTK Kemendikbud yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Online 70 Tahun IGTKI dalam rangka HUT IGTKI ke-70 dengan tema “Mempersiapkan Mental Guru TK dalam Menyambut Tahun Pembelajaran 2020/2021 Pasca Pandemi Covid-19”.
Hampir 17 tahun lalu bila mendengar kata-kata PAUD sangat asing dikalangan masyarakat. Tetapi apa faktanya sekarang ini, PAUD ada dimana-dimana, sangat menjamur. Pencapain APK sekarang diatas 74 persen, ini hal yang luar biasa. Selamat bagi kita semua, karena kalau diukur dari kemampuan pemerintah sangat sedikit. Justru peran dari organisasi mitra ini, diantaranya IGTK, HIMPAUDI, bunda PAUD yang luar biasa mengkampanyekan program pendidikan anak usia dini.
Peran organisasi mitra dalam mengembangkan program PAUD sangat besar. Karena dengan mitralah PAUD bisa berkembang seperti sekarang ini. Pemerintah tidak bisa melakukan sendiri, untuk itu peran serta seluruh komponen bangsa sangat diperlukan. Program 1 desa 1 PAUD belum tuntas, masih terdapat sekitar belasan ribu desa yang belum memiliki PAUD.
Diharapkan organisasi mitra dapat berkiprah lebih luas, jadi bukalah satuan PAUD di berbagai tempat yang belum ada PAUD. Kita harus mengajak seluruh daerah untuk menuntaskan ini, dan kedua tentu saja kualitasnya, bukan hanya sekadar ekspansi tetapi berkualitas. Dan kualitas intinya terletak pada kompetensi para guru PAUD, tegas Direktur Pembinaan PAUD.
Peringatan HUT IGTKI dipandu oleh Farhannisa Nasution, Eka Putri Handayani, dan Nita Priyanti serta diikuti oleh 1.000 guru TK perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Ketua umum IGTKI, Farida Yusuf dalam sambutannya mengungkapkan, “IGTKI didirikan oleh 36 orang guru TK yang sepakat mendirikan perkumpulan yang diberi nama IGTKI dan kini telah berkiprah selama 70 tahun dalam mendidik dan menumbuhkan karakter anak sejak usia dini.”
Menyikapi situasi pandemi Covid-19, beberapa guru TK dan keluarganya terdampak, Ia berpesan agar guru TK bersabar menghadapinya. Apalagi kebanyakan guru TK berada di bawah naungan lembaga swasta yang honor gurunya mengandalkan kemampuan finansial yayasan. “Alhamdulillah kebijakan pemerintah bahwa BOP DAK Kemdikbud bisa diberikan untuk honor guru, semoga kebijakan ini dapat membantu meringankan beban guru TK,” harap Farida Yusuf,” ujar Farida Yusuf
Menanggapi ketua umum IGTKI, Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, bahwa sejak April dana BOP sudah disalurkan ke 467 kabupaten/kota, namun baru 84 Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota yang menyalurkan ke lembaga-lembaga PAUD. “Terdapat 47 kabupaten/kota di Indonesia Timur yang belum menyampaikan laporan tahun lalu dan belum selesai validasi terutama Papua, Papua Barat, dan NTT. Mohon IGTKI mengawal hal tersebut,” tandasnya.
Dalam kaitan itu, Iwan Syahril menambahkan bahwa setengah dari guru PAUD tidak memiliki penghasilan di masa pandemi. Hal itu dikarenakan orang tua tidak membayar SPP akibat kondisi orang tua yang terdampak perekonomiannya. “Sehingga bantuan BOP PAUD dapat digunakan untuk membayar gaji guru,” 

15 Mei 2020

Pembelajaran PAUD Berbasis Audio ( jam tangan Jeri )



asalamualaikum wr wb jumpa lagi bersama sayadisini saya Membuat Pembelajaran Paud Berbasis AUDIO tema ( jam tangan Jeri )
semoga bermanfaat untuk semuanya

untuk materi dan lagunya tinggal donwload saja diawah ini


Pembelajaran PAUD Berbasis Media AUDIO ( Jam tangan Jeri )

semoga bermanfaat untuk semuanya

Pembelajaran Untuk PAUD Berbasis Media Audio



Asalamualaikum wr wb

Semangat Para Pejuang PAUD ( GURU KB,TK,SPS dan TK ) pembelajaran berbasis Media Audio ini sangat diperlukan untuk semua guru PAUD dan TK

dalam Pembelajaran Kali ini media belajar dengan judul bermain yoyo,teman baru dan membuat kue harum buatan hani

untuk materi nya dan lagu nya bapak dan ibu guru PAUD tinggal klik saja di bawah ini :



Materi dan Lagu Pembelajara PAUD berbasis Audio


SELAMAT MENCIPTAKAN KREASI BARU UNTUK GURU PAUD


10 Mei 2020

Deteksi Dini Tumbuh Kembang ( Anak Belajar di Rumah, Orang Tua Perlu Aktif dan Kreatif )



Anak Belajar di Rumah, Orang Tua Perlu Aktif dan Kreatif





Sebuah postingan muncul di WA Grup, "Aku kangen  lagi ke sekolah, bermain Bersama teman-teman, ibuku  repot ngurusin aku karena juga harus bekerja dari rumah".  Beberapa waktu kemudian, muncul lagi postingan yang narasinya beda tapi nuansanya Serupa, "Beberapa Minggu anak melakukan pembelajaran di rumah. Hasilnya: anak tidak merasa nyaman,, ibu dan ayah tensinya naik karena tidak terbiasa membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dan mendampingi anak, rumah pun berantakan".
Dua ungkapan itu dan ungkapan-ungkapan senada lainnya saat ini kerap muncul di Facebook, whatsapp, dan platform media sosial lainnya. Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 membuat pemerintah memutuskan agar para siswa, mulai dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar, sampai Perguruan Tinggi belajar di rumah. Proses pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Begitu juga dengan pegawai yang diharuskan bekerja dari rumah.
Belajar di rumah, orang tua menjadi ikut berperan dalam mendampingi anak. Hal itu tidak mudah. Baik orang tua maupun anak akan mudah merasa bosan atau tidak menikmati proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah.
Orang tua juga perlu ide kegiatan bermain yang menunjang pembelajaran anak di rumah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif.
Berikut adalah beberapa ide kegiatan pembelajaran di rumah untuk anak yang dapat dirancang oleh guru dan disampaikan kepada orang tua;
  1. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, orang tua mengajak anak untuk bermain puzzle, berikan kesempatan pada anak untuk menemukan sendiri cara menyusun puzzle hingga utuh.
  2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, misalkan mengajak anak bermain tebak-tebakkan suara binatang. Orang tua menirukan suara binatang tertentu, kemudian meminta anak untuk menebak binatang tersebut. Orang tua juga dapat mengajak anak bermain geometri, misalnya dengan bermain mencari benda-benda di lingkungan rumah yang benntuknya segitiga, lingkaran, segi empat dan bentuk-bentuk geometri lainnya. Selain itu orang tua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengemukakan pendapat/ide dan keinginan pada kegiatan apakah ia ingin terlibat, misalnya membereskan kamar tidur, ruang tamu, merapikan lemari pakaian atau rak sepatu, juga kegiatan lainnya.
  3. Mengembangkan fisik motorik kasar anak, ajak anak olahraga ringan di pagi hari, main tradisional, seperti lompat tali, engklek ataupun permainan tradisional lainnya yang dapat memberikan ruang bagi anak untuk banyak bergerak.
  4. Mengembangkan kemampuan klasifikasi (pengelompokan), minta anak untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan warna bola yang sama, bisa juga mengelompokkan ukuran dan bentuk benda yang sama, misalnya mengelompokkan benda-benda di lemari pakaiannya, baju, celana, kaos kaki, dan lain sebagainya.
  5. Meningkatkan kreativitas, anak diberikan kesempatan untuk bereksperimen sederhana dalam rumah, misalnya mengajak anak bermain mencampur warna, melibatkan anak dalam kegiatan memasak, dan lain sebagainya.



Usai Pandemi Terjadi Normalitas Baru, Nilai Keluarga Menguat



Usai Pandemi Terjadi Normalitas Baru, Nilai Keluarga Menguat


By Admin Dapodik Kab.Lebak 

Usai pandemi atau wabah Covid-19, akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan di dunia. Akan terjadi normalitas baru. Dalam skala mikro, nilai sebuah keluarga akan semakin meningkat. Selain itu, hal yang menjadi normalitas baru adalah kemampuan untuk bisa beroperasi dari manapun.
"Potensi kita untuk bekerja dan menjadi efektif dari manapun itu menjadi suatu pembelajaran yang sangat baru buat kita," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem dalam dialog telekonferensi memperingati Hari Pendidikan Nasional yang dipandu Najwa Shihab di TVRI, Minggu malam.
Mendikbud menilai usai pandemi akan terjadi perubahan besar pada dua sektor sosial, yaitu pendidikan dan kesehatan. Peranan teknologi akan segera mendominasi kedua sektor tersebut.
Walaupun masih tidak ideal dan belum optimal, Mendikbud menilai kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh memiliki potensi yang luar biasa untuk memajukan pendidikan nasional. Harapannya, dengan menggunakan teknologi dan menerapkan digitalisasi dalam pendidikan nasional akan dapat menciptakan perubahan yang berdampak dan tidak dapat diputarbalik.
Namun, Mendikbud mengatakan, teknologi secanggih apapun, inovasi sebesar apapun, tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik. Kini guru dan orang tua dituntut supaya membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi, ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah.
"Konsepnya bukan untuk menggantikan guru, tetapi teknologi itu untuk memperkuat potensi guru," ujar Nadiem.
Pada akhirnya, menurut Mendikbud, yang benar-benar melakukan perubahan di lapangan adalah hati nurani seorang penggerak. “Guru yang datang ke pintu-pintu setiap muridnya itu menunjukkan bahwa di ujungnya itu sebenarnya guru dan tentunya orang tua yang akan membuat perubahan tersebut dan itu merupakan suatu hal yang sangat menginspirasi. Itu namanya guru penggerak. Mereka itu tanpa disuruh sudah bergerak duluan dan harus kita beri mereka bantuan,” tutur Mendikbud.
Pembelajaran
Salah satu pembelajaran dari krisis akibat Covid-19 adalah keluar dari zona nyaman. Dan disitulah, menurut Mendikbud, pembelajaran yang baik dapat terjadi.
"Satu-satunya cara untuk benar-benar belajar dan tumbuh sebagai individu, mau itu murid atau orang dewasa adalah untuk keluar dari zona nyaman kita. Di situlah level pembelajaran paling optimal," tegasnya.
Mendikbud berpesan agar masyarakat melihat kondisi krisis akibat Covid-19 ini dari sisi positif sebagai sebuah pelajaran penting yang berguna untuk masa depan. “Kita menggunakan kesempatan ini untuk belajar mengenai sains, kesehatan, pendidikan, maupun teknologi. Kita belajar dari krisis ini mengenai kepemimpinan," ungkapnya
Sebelumnya, saat ditanya mengenai tantangan terbesar dalam menghadapi perubahan drastis akibat pandemi Covid-19 ini, Mendikbud menyampaikan salah satunya adalah terus menggunakan akal sehat dalam menyaring berbagai informasi yang datang. Ia juga mengingatkan sangat mudah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Padahal kondisi saat ini juga sudah sering disampaikan oleh para ilmuwan sejak lama.
"Yang terpenting, kita belajar dari pengalaman (pandemi) ini. Dan kita bisa mengantisipasi bencana-bencana lain di masa depan," ujarnya.
Sektor pendidikan akan merespons ini dengan melakukan penguatan pada pembelajran sains (ilmu pengetahuan alam). Disebut Nadiem, bahwa kini tugas guru sekolah adalah mendekatkan siswa dengan sains yang disertai dengan contoh-contoh yang lebih konkret, bukan memberikan penjelasan teoritis saja. "Contoh, menggunakan konsep biologi untuk menjelaskan tentang Covid-19. Kita harus mengajarkan anak dengan cara menyenangkan, tidak teoritis saja, tentang bagaimana sains membantu manusia," terang Mendikbud.
Mendikbud juga mengingatkan bahwa saat ini semua individu maupun organisasi saling terhubung dan saling memiliki ketergantungan satu sama lainnya. "Jadi, solidaritas kita sebagai satu kemanusiaan global itu luar biasa pentingnya," imbuhnya.
Pandemi Covid-19, lanjut Mendikbud juga menunjukkan ketimpangan sosial, ekonomi, dan infrastruktur di Indonesia. Sehingga semakin memperjelas perlunya bantuan ataupun penanganan khusus terhadap beberapa daerah di Indonesia. "Saya mendengar mengenai berbagai macam kesulitan orang-orang untuk sekolah dan guru-guru untuk belajar melalui jarak jauh," ujarnya.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan berbagai macam perbaikan sistem pembelajaran. Salah satunya inisiatif program Belajar dari Rumah melalui program TVRI bagi guru dan murid yang tidak memiliki kuota internet.

09 Mei 2020

Aplikasi RKAS BOP PAUD part 1



Aplikasi RKAS BOP PAUD part 1